Selasa, 15 September 2026

Siklon Tropis Senyar dan Anomali di Masa Lalu

Ancaman anomali cuaca ekstrem di kawasan utara Sumatra kian menjadi sorotan usai hantaman Siklon Tropis Senyar yang melanda Aceh Tamiang dan sekitarnya pada November 2025 lalu. Fenomena langka ini memicu banjir bandang, longsor hebat, serta kerusakan infrastruktur yang belum pernah terjadi sebelumnya di pesisir utara Sumatra.

Peristiwa mendaratnya (landfall) sebuah pusat badai tropis tepat di daratan Aceh Tamiang mengejutkan para ahli meteorologi. Secara teoritis, wilayah ekuator di lintang 0° hingga 5° sangat jarang dihantam siklon tropis karena lemahnya gaya Coriolis—gaya putar bumi yang menjadi syarat utama pembentukan badai skala besar.

Namun jika menilik sejarah, ancaman badai di sekitar perairan Sumatra sebenarnya bukanlah hal yang sepenuhnya baru, melainkan telah berulang dalam wujud yang berbeda:

Siklon Tropis Senyar (November 2025): Badai langka yang tumbuh di Selat Malaka dan mendarat langsung di Aceh Tamiang, memicu salah satu bencana hidrometeorologi terburuk dalam sejarah modern daratan Sumatra.

Badai Tropis Vamei (Desember 2001): Salah satu fenomena badai ekuatorial paling langka di dunia yang terbentuk di Laut China Selatan dan Selat Malaka. Sisa-sisa jalurnya melintasi Sumatra bagian utara sebagai depresi tropis dan memicu angin kencang serta banjir.

Catatan Arsip Kolonial Belanda (Abad ke-19 hingga 20): Laporan Koninklijk Magnetisch en Meteorologisch Observatorium (KMMO) dan media era Hindia Belanda menunjukkan bahwa Sumatra di masa lalu tidak mengenal siklon tropis mendarat. Ancaman utama kala itu berasal dari Sumatra-buien (Sumatra squalls)—garis badai konvektif lokal yang membawa angin kencang mendadak di Selat Malaka—serta badai laut dari Samudra Hindia yang sesekali menghantam pesisir barat Sumatra.

Para ilmuwan mengaitkan munculnya badai-badai ekuatorial modern seperti Siklon Senyar dengan tren pemanasan suhu permukaan laut di Selat Malaka dan Laut China Selatan. Anomali ini membuktikan bahwa wilayah Sumatra—yang di masa lalu dianggap aman dari lintasan siklon tropis—kini harus beradaptasi dengan ancaman badai masa depan.
Selanjutnya...

Kamis, 07 Mei 2026

Artificial General Intelligence dan Spiritual

Dalam konteks masa depan yang serba otomatis dan hampa tersebut, tarekat atau jalan spiritual menemukan relevansinya yang paling radikal. Ketika dunia luar sudah selesai dengan segala urusan teknisnya—perut sudah kenyang oleh otomatisasi dan tubuh sudah abadi oleh rekayasa genetik—maka satu-satunya wilayah yang tersisa untuk dijelajahi adalah dunia dalam, yakni jiwa. Kehampaan yang lahir dari kemudahan teknologi sebenarnya adalah tanda bahwa manusia telah mencapai batas materialnya, dan di titik itulah tarekat menawarkan metode untuk mengisi kekosongan tersebut.

Tarekat mengajarkan bahwa hakikat manusia bukanlah terletak pada apa yang ia miliki atau apa yang ia capai secara fisik, melainkan pada kedekatannya dengan Sang Pencipta melalui pembersihan hati. Di masa depan yang hampa, disiplin tarekat seperti mujahadah (perjuangan melawan nafsu) menjadi satu-satunya bentuk "perjuangan" yang masih tersisa bagi manusia. Jika teknologi menghilangkan rintangan eksternal, tarekat justru sengaja menghadirkan rintangan internal untuk menjaga agar api kemanusiaan tetap menyala. 

Di saat AI mengatur segala urusan duniawi, tarekat menarik manusia ke dalam kesunyian zikir, membuktikan bahwa ada dimensi kebahagiaan yang tidak bisa dihasilkan oleh algoritma atau simulasi neurosains.

Pada akhirnya, tarekat menjadi penawar bagi "penjara emas" teknologi. Ia mengubah kehampaan eksistensial menjadi kekosongan yang produktif, yaitu khalwat atau menyepi di tengah keramaian. Manusia masa depan mungkin tidak lagi butuh bekerja untuk bertahan hidup, namun mereka akan tetap membutuhkan tarekat untuk "pulang" ke jati diri mereka yang asli. 

Dengan begitu, teknologi hanyalah menjadi pelayan bagi kebutuhan jasmani, sementara tarekat menjadi nahkoda bagi ruhani agar manusia tidak mati dalam kebosanan di tengah kemegahan fasilitas dunia yang serba ada.
Selanjutnya...

Selasa, 28 Oktober 2025

Tupai

Tupai
Ada tupai di pohon mangga 
Anak itu melihat tupai 
Tupai itu lari
Selanjutnya...

Minggu, 08 Juni 2025

Refleksi: Menerapkan Pendekatan Teaching at The Right Level pada Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum. 

Menerapkan Pendekatan Teaching at The Right Level pada Pembelajaran


Refleksi

Setelah mempelajari materi ini saya jadi mengetahui bahwa diperlukan pendekatan pembelajaran kepada peserta didik sesuai tingkat kemampuan pemahaman dan keterampilan siswa. Pada pendekatan TaRL kita mengupayakan agar peserta didik belajar sesuai dengan perkembangan kemampuannya.

Selanjutnya...

Refleksi: Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi

Kegiatan Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum. 

Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi


Refleksi:

Setelah mempelajari materi pembelajaran berdiferensiasi ini saya jadi lebih mengetahui bahwa perbedaan dan kebutuhan belajar peserta didik itu beragam, sehingga kita harus pula memfasilitasi kegiatan pembelajaran peserta didik tersebut diantaranya melalui diferensiasi konten, proses atau produk.

Selanjutnya...

Modul 1. Materi 1. Kegiatan Ke 18. Refleksi: Menerapkan Prinsip Understanding by Design Pada Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum. 

Menerapkan Prinsip Understanding by Design Pada Pembelajaran

Refleksi:

Setelah mempelajari prinsip understanding by design saya mendapatkan pengetahuan baru mengenai pendekatan lain dalam pembelajaran. Pada prinsip ini kita mengembangkan kegiatan pembelajaran yang mengedepankan pada pembelajaran yang mendalam serta pembelajaran yang bermakna. Pada pendekatan pembelajaran ini saya harus mendesain mundur, di mana saya harus merancang tujuan pembelajaran, mengembangkan assesmen dan pengalaman belajar bermakna untuk fokus pada tujuan tersebut.

Selanjutnya...

Modul 1. Materi 1. Kegiatan Ke 17. Latihan Pemahaman

Kegiatan Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum. 

Menerapkan Prinsip Understanding by Design Pada Pembelajaran

Latihan Pemahaman


Catatan:

Untuk latihan pemahaman bisa dilihat di sini.


Selengkapnya bisa dilihat di sini.
Selanjutnya...

Modul 1. Materi 1. Kegiatan Ke 16. Aksi Nyata: Bagaimana UbD Membantu Guru?

Kegiatan Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum. 

Menerapkan Prinsip Understanding by Design Pada Pembelajaran

Aksi Nyata: Bagaimana UbD Membantu Guru?


Catatan:

Sebagai penutup kegiatan, Bapak/Ibu Guru dapat melakukan aksi nyata dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut. Dokumentasikan hasil aksi nyata pada Google Drive pribadi dalam bentuk PDF. Salah satu aksi nyata terbaik akan diunggah pada Jurnal Pembelajaranku.


Ide apa yang Bapak/Ibu guru dapatkan setelah belajar topik ini?

Perencanaan pembelajaran seperti apa yang relevan untuk dikembangkan di sekolah Bapak/Ibu guru? Buatlah aksi nyata dengan mengembangkan rancangan pembelajaran berbasis prinsip UbD!


Selengkapnya bisa dilihat di sini.
Selanjutnya...

Modul 1. Materi 1. Kegiatan Ke 15. UbD dan Strategi Perencanaan Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum. 

Menerapkan Prinsip Understanding by Design Pada Pembelajaran


Catatan:

UbD dan Strategi Perencanaan PembelajaranDalam merancang pembelajaran, ada banyak strategi yang mungkin pernah Bapak/Ibu guru terapkan. Buatlah peta konsep, poster atau bentuk visual lainnya yang dapat menunjukkan keterkaitan antara prinsip Understanding by Design dan strategi perencanaan pembelajaran lainnya.


Selengkapnya bisa dilihat di sini.

Selanjutnya...

Modul 1. Materi 1. Kegiatan Ke 14. Tantangan Merancang Pembelajaran Berbasis UbD

Kegiatan Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum. 

Menerapkan Prinsip Understanding by Design Pada Pembelajaran

Tantangan Merancang Pembelajaran Berbasis UbD


Catatan:


Untuk memperdalam pemahaman Bapak/Ibu guru terkait prinsip UbD, pada
tahap ini Bapak/Ibu guru perlu mengidentifikasi hal-hal yang belum dipahami disertai
tindak lanjutnya bersama teman sejawat/kepala sekolah/pengawas. Silakan Bapak/Ibu
guru menggunakan tabel berikut untuk mengidentifikasi hal-hal tersebut.
Tabel 1.3 Elaborasi Pemahaman Merancang Pembelajaran Berbasis UbD


Langkah perencanaan
pembelajaran berbasis
UbD


Apa yang
saya
ketahui


Apa yang
ingin saya
ketahui


Bagaimana
saya dapat
mengetahuinya


Apa yang
telah saya
pelajari


Menentukan tujuan
pembelajaran


Menentukan asesmen


Merancang kegiatan
pembelajaran


Selengkapnya bisa dilihat di sini

Selanjutnya...

Modul 1. Materi 1. Kegiatan Ke 13. Hasil Telaah

Kegiatan Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum. 

Menerapkan Prinsip Understanding by Design Pada Pembelajaran

Hasil Telaah


Catatan:


Pada bagian ini Bapak/Ibu Guru akan menjelaskan hasil telaah yang telah dilakukan sebelumnya. Bapak/Ibu Guru dapat memilih salah satu dari alternatif di bawah ini.

Mempublikasikan hasil telaah Bapak/Ibu Guru pada platform media sosial, dan mintalah pendapat dari rekan sejawat Bapak/Ibu Guru.

Mempublikasikan di grup jejaring rekan sejawat, dan mintalah 1-2 orang rekan Bapak/Ibu Guru memberikan tanggapan.

Mempublikasikan di blog pribadi, dan minta rekan sejawat Bapak/Ibu Guru untuk memberikan komentar.

Presentasikan pada rapat guru, dan minta beberapa orang rekan Bapak/Ibu Guru memberikan umpan balik.


Selengkapnya bisa dilihat di sini.
Selanjutnya...

Modul 1. Materi 1. Kegiatan Ke 12. Menelaah dengan Prinsip UbD

Kegiatan Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum. 

Menerapkan Prinsip Understanding by Design Pada Pembelajaran

Menelaah dengan Prinsip UbD 


Catatan:

Pada tahap sebelumnya Bapak/Ibu guru telah mengeksplorasi

prinsip UbD dalam merancang pembelajaran. Pada tahap ini, siapkan salah satu

perencanaan pembelajaran (RPP/modul ajar) yang Bapak/Ibu guru miliki. Ajaklah

teman sejawat/kepala sekolah/pengawas untuk menelaah rancangan pembelajarannya

dengan mengisi rubrik checklist. Rubrik ini memandu Bapak/Ibu guru dalam

merefleksikan perencanaan pembelajaran dengan pendekatan UbD. Dengan demikian,

Bapak/Ibu guru dapat mengetahui sejauh mana perencanaan pembelajaran tersebut

relevan dengan prinsip UbD.


Item Pernyataan Sudah Belum


Langkah 1. Menentukan Tujuan Pembelajaran


Saya mengidentifikasi sasaran pembelajaran dan fokus pada

pemahaman konsep yang mendalam dan penerapan pengetahuan

dalam konteks nyata.

Saya menentukan pemahaman utama yang mencakup inti dari

pembelajaran dan evaluasi pemahaman peserta didik.

Saya mengidentifikasi kemampuan penting yang fokus pada

keterampilan yang relevan dengan konten pembelajaran dan dapat

diterapkan di kehidupan nyata.

Saya merumuskan pertanyaan esensial yang mendorong peserta

didik untuk menjelajahi konsep-konsep dan merumuskan

pemahaman mereka sendiri.

Saya menentukan kriteria keberhasilan capaian pembelajaran.


Saya merumuskan tujuan pembelajaran dalam berbagai kategori

kemampuan peserta didik.


Langkah 2. Menentukan Asesmen Pembelajaran


Saya mengidentifikasi bukti kinerja atau produk yang dapat

menunjukkan pencapaian tujuan pembelajaran.

Saya merancang rubrik penilaian yang jelas dan terukur untuk setiap

jenis bukti kinerja.

Saya merancang asesmen berdasarkan tujuan pembelajaran yang

akan dicapai.

Saya merancang asesmen formatif untuk mengukur capaian

pembelajaran yang berkelanjutan selama proses pembelajaran.

Saya mengembangkan instrumen penilaian autentik.


Saya mengumpulkan data asesmen untuk mengetahui

perkembangan pencapaian peserta didik. Selanjutnya, dipergunakan

sebagai dasar menentukan tindakan lanjutan.


Langkah 3. Merancang Kegiatan Pembelajaran


Saya menentukan alur belajar berorientasi pada pencapaian tujuan

pembelajaran.

Saya mendesain aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta

didik untuk menjelajahi konsep secara mendalam.

Saya memilih strategi pembelajaran yang relevan untuk mencapai

tujuan pembelajaran yang terdapat pada asesmen.


Saya memilih model/metode/pendekatan pembelajaran yang relevan

untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Saya mengembangkan aktivitas berdasarkan kebutuhan belajar

peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Saya mengembangkan aktivitas pembelajaran terintegrasi dengan

konteks nyata.

Saya mengembangkan aktivitas pembelajaran berdasarkan

keragaman kemampuan awal peserta didik.

Saya mendesain aktivitas pembelajaran berbasis active learning.


Saya mengembangkan aktivitas pembelajaran untuk mencapai

konsep-konsep esensial.

Bagaimana kesimpulan Bapak/Ibu guru setelah mengisi rubrik checklist?

Berdasarkan rancangan pembelajaran yang Bapak/Ibu guru miliki, pada poin berapa

saja yang perlu diperbaiki?


Selengkapnya bisa dilihat di sini.
Selanjutnya...

Modul 1. Materi 1. Kegiatan Ke 11. Aksi Nyata: Merancang Kegiatan Pembelajaran dengan Prinsip UbD

Kegiatan Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum. 

Menerapkan Prinsip Understanding by Design Pada Pembelajaran

Aksi Nyata: Merancang Kegiatan Pembelajaran dengan Prinsip UbD


Catatan:

Langkah ketiga merancang pembelajaran dengan prinsip UbD adalah merancang kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang dirancang perlu melibatkan perencanaan yang cermat untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang efektif dan bermakna. Kegiatan pembelajaran seharusnya tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menstimulasi pemikiran kritis, refleksi, dan aplikasi konsep dalam konteks yang relevan.

Berikut ini adalah sedikit referensi terkait media pembelajaran yang dapat membantu proses belajar peserta didik.


Media pembelajaran berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan. Berikut beberapa jenis media pembelajaran yang dapat membantu proses belajar:

1. Media Visual

  • Gambar dan Diagram – Membantu memperjelas konsep abstrak.

  • Poster dan Infografik – Menyajikan informasi secara ringkas dan menarik.

  • Slide Presentasi – Digunakan dalam pembelajaran berbasis digital atau tatap muka.

2. Media Audiovisual

  • Video Pembelajaran – Mempermudah pemahaman melalui simulasi dan demonstrasi.

  • Animasi – Menjelaskan konsep dengan visual yang interaktif dan dinamis.

  • Podcast atau Rekaman Audio – Cocok untuk pembelajaran berbasis mendengar.

3. Media Digital dan Interaktif

  • Aplikasi dan Platform E-Learning – Memfasilitasi pembelajaran online.

  • Game Edukasi – Meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran.

  • Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) – Menghadirkan pengalaman belajar yang lebih immersif.

4. Media Fisik dan Praktik

  • Buku dan Modul Cetak – Sumber belajar yang tetap relevan di era digital.

  • Kartu Pembelajaran – Bisa digunakan untuk kuis atau permainan edukatif.

  • Alat Peraga dan Model – Membantu visualisasi konsep, misalnya model anatomi atau eksperimen sains.

5. Media Berbasis Kolaborasi

  • Diskusi dan Debat – Mendorong pemahaman lebih mendalam melalui interaksi.

  • Proyek dan Simulasi – Memberikan pengalaman belajar berbasis praktik.

  • Eksperimen dan Studi Kasus – Mengasah keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah.

Pemilihan media pembelajaran perlu disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan tujuan pembelajaran agar lebih efektif dan menarik.


Selengkapnya bisa dilihat di sini.
Selanjutnya...

Modul 1. Materi 1. Kegiatan Ke 10. Merancang Assesmen

Kegiatan Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum. 

Menerapkan Prinsip Understanding by Design Pada Pembelajaran

Merancang Assesmen


Catatan:

Merancang Asesmen Sumatif pada Jenjang SMA

Asesmen dalam pembelajaran bertujuan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Pada mata pelajaran seni, asesmen sumatif digunakan untuk menilai kompetensi murid dalam mempresentasikan solusi seni rupa terkait isu dan kondisi di lingkungan sekitar.

Langkah-Langkah Merancang Asesmen

  1. Menentukan Indikator Penilaian

    • Murid melakukan proses empati dalam memahami permasalahan.

    • Murid melakukan proses definisi untuk merumuskan inti masalah.

    • Murid melakukan proses ideasi dalam mencari solusi seni rupa.

  2. Menetapkan Tingkat Capaian

    • Mahir – Murid menyelesaikan semua tahapan dengan jelas saat presentasi.

    • Cakap – Murid menyelesaikan tiga dari empat tahapan dengan jelas.

    • Layak – Murid menyelesaikan dua dari empat tahapan dengan jelas.

    • Berkembang – Murid menyelesaikan satu dari empat tahapan dengan jelas.

  3. Membuat Rubrik Penilaian

    • Jika asesmen terdiri dari beberapa tahap, dapat dibuat lebih dari satu rubrik.

    • Rubrik dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan guru.

    • Penilaian dilakukan secara kuantitatif (angka) atau kualitatif.

Penilaian Refleksi Kelompok

Dalam tugas berkelompok, refleksi kelompok juga dapat dimasukkan sebagai aspek penilaian, dengan tingkat capaian yang serupa dengan indikator utama.

Kesimpulan

Perancangan asesmen yang tepat akan membantu mengevaluasi pembelajaran dan menyesuaikannya dengan kebutuhan murid. Guru dapat menggunakan alat ukur seperti rubrik untuk memberikan penilaian yang jelas dan adil.


Selengkapnya bisa dilihat di sini.
Selanjutnya...

Modul 1. Materi 1. Kegiatan Ke 9. Format Assesmen

Kegiatan Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum. 

Menerapkan Prinsip Understanding by Design Pada Pembelajaran

Format Assesmen

Catatan:

Format Asesmen dalam Pembelajaran

Asesmen sebaiknya tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga mendorong murid untuk merenungkan, merefleksikan, menganalisis, dan menghubungkan pengetahuan dengan fenomena sekitar. Berdasarkan formatnya, asesmen dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis utama:

1. Asesmen Tradisional

Asesmen tradisional merupakan metode yang umum digunakan untuk mengukur capaian belajar murid melalui tes tertulis seperti:

  • Pilihan ganda, benar atau salah, dan isian pendek.

  • Esai, yang lebih optimal dalam mengukur pemahaman mendalam dan keterampilan analisis.

Namun, asesmen tradisional memiliki keterbatasan dalam mengukur ketercapaian kompetensi secara menyeluruh. Misalnya, tes benar atau salah tidak selalu menggambarkan pemahaman sejati murid, karena jawaban benar bisa terjadi karena keberuntungan.

2. Asesmen Alternatif

Asesmen alternatif lebih mampu mengukur aspek pembelajaran yang tidak dapat dijangkau oleh asesmen tradisional. Bentuk-bentuk asesmen alternatif meliputi:

  • Pertanyaan terbuka, yang mendorong pemikiran kritis.

  • Bermain peran dan demonstrasi, untuk menilai keterampilan praktis.

  • Eksperimen, yang menunjukkan pemahaman konseptual secara langsung.

  • Proyek, yang mengembangkan kemampuan analitis dan pemecahan masalah.

  • Portofolio, yang terdiri dari karya murid untuk menampilkan keterampilan dan pemahaman mereka secara komprehensif.

Dalam asesmen berbasis portofolio, guru dapat meminta murid untuk mengisi jurnal atau diari reflektif selama pembelajaran, yang kemudian digunakan sebagai dasar penilaian berdasarkan rubrik tertentu.

Proyek sebagai Alat Asesmen

Proyek digunakan untuk menilai bagaimana murid mengolah pengetahuan mereka menjadi karya atau tugas konkret, baik secara individu maupun kelompok. Proyek dalam pembelajaran paradigma baru juga bertujuan untuk membuat pembelajaran lebih kontekstual dan mengasah keterampilan pemecahan masalah. Contoh proyek yang bisa diberikan mencakup:

  • Rencana karya seni.

  • Proposal penelitian.

  • Presentasi multimedia.

Kesimpulan

Baik asesmen tradisional maupun asesmen alternatif memiliki manfaat masing-masing.

  • Asesmen tradisional cocok untuk evaluasi cepat terhadap pemahaman dasar.

  • Asesmen alternatif lebih berorientasi pada proses dan memberikan gambaran kemajuan murid yang lebih menyeluruh.

Guru sebaiknya menggunakan asesmen yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran untuk memastikan bahwa proses belajar murid menjadi lebih bermakna dan komprehensif.


Selengkapnya bisa dilihat di sini.
Selanjutnya...

Modul 1. Materi 1. Kegiatan Ke 8. Metode Assesmen

Kegiatan Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum. 

Menerapkan Prinsip Understanding by Design Pada Pembelajaran

Metode Assesmen

Catatan:

Pendekatan dan Metode Asesmen dalam Pembelajaran

Asesmen dalam paradigma baru harus berorientasi pada proses, bukan hanya hasil akhir, agar dapat mengakomodasi kemajuan belajar murid secara adil, valid, dan dapat dipercaya.

Tiga Pendekatan Asesmen

  1. Asesmen Diagnostik

    • Dilakukan di awal pembelajaran atau sebelum memasuki topik baru.

    • Bertujuan untuk mengetahui kapasitas dan kesiapan murid sebelum proses belajar dimulai.

  2. Asesmen Formatif

    • Terintegrasi dengan proses pembelajaran dan berfungsi untuk melihat perkembangan murid secara mendalam.

    • Teknik yang digunakan:

      • Penilaian diri (self-assessment)

      • Penilaian antarteman (peer-assessment)

      • Refleksi metakognitif

  3. Asesmen Sumatif

    • Dilaksanakan di akhir materi atau semester untuk mengonfirmasi capaian hasil belajar murid.

    • Memastikan pemahaman konsep serta evaluasi terhadap kemajuan akademik.

Teknik Asesmen

  1. Observasi – Guru mengamati murid dalam kurun waktu tertentu untuk melihat perkembangan kompetensi mereka.

  2. Asesmen Performa – Bisa berupa praktik (presentasi, pidato, olahraga) atau produk (puisi, brosur, portofolio).

  3. Tes Tertulis atau Lisan – Menguji pemahaman murid, bukan sekadar hafalan, melalui refleksi konsep dan studi kasus.

Instrumen Asesmen

  1. Rubrik – Panduan penilaian dengan skor dan kriteria yang jelas.

  2. Checklist – Daftar ciri atau informasi tertentu untuk mengevaluasi murid secara sistematis.

  3. Catatan Anekdotal – Observasi singkat tentang perilaku dan performa murid dalam pembelajaran.

  4. Lembar Pengamatan – Merekam perkembangan kompetensi murid selama periode tertentu.

Pelaku Asesmen

Selain guru, asesmen dapat dilakukan oleh:

  • Murid itu sendiri (self-assessment).

  • Murid lain, baik dalam jenjang yang sama maupun berbeda (peer-assessment).

  • Orang tua dan staf sekolah sebagai bagian dari tim penilai.

Kesimpulan

Metode asesmen dalam pembelajaran modern harus bersifat student-centered dan mampu mencerminkan keseluruhan proses belajar murid. Dengan pendekatan yang tepat, asesmen dapat menjadi alat refleksi dan evaluasi yang bermakna serta membantu peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.


Selengkapnya bisa dilihat di sini.
Selanjutnya...

Modul 1. Materi 1. Kegiatan Ke 7. Assesmen pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum. 

Menerapkan Prinsip Understanding by Design Pada Pembelajaran

Assesmen Pembelajaran

Catatan:

Pengertian Asesmen Asesmen adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk memahami kebutuhan belajar, perkembangan, dan pencapaian murid. Umumnya, asesmen dikaitkan dengan pemberian nilai dan pengisian rapor, tetapi sering kali belum dimanfaatkan sebagai umpan balik bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Jenis-Jenis Asesmen Ada tiga jenis utama asesmen berdasarkan fungsi:

  1. Assessment as Learning – Berfungsi sebagai asesmen formatif, melibatkan murid dalam menilai diri sendiri dan temannya, memberikan refleksi dalam proses pembelajaran.

  2. Assessment for Learning – Digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran dengan memberikan umpan balik bagi murid dan guru.

  3. Assessment of Learning – Berfungsi sebagai asesmen sumatif, dilakukan di akhir proses pembelajaran untuk mengevaluasi pencapaian murid.

Fungsi Asesmen Formatif dan Sumatif

  • Formatif:

    • Mendiagnosis kemampuan awal dan kebutuhan belajar murid.

    • Memberikan umpan balik bagi guru dan murid untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

    • Membantu memahami pemahaman murid dalam aktivitas kelas.

    • Meningkatkan motivasi belajar melalui program pembelajaran yang positif dan bermakna.

  • Sumatif:

    • Dilakukan di akhir lingkup materi atau semester.

    • Mengukur pencapaian hasil belajar murid berdasarkan kriteria capaian.

    • Memberikan data untuk merancang perbaikan pembelajaran selanjutnya.

    • Menentukan kekuatan dan kelemahan murid dalam belajar.

Teknik dan Dokumentasi Asesmen Beberapa teknik yang dapat digunakan dalam asesmen meliputi review produk, proyek, dan tes tertulis. Selain itu, dokumentasi hasil belajar murid dapat dikumpulkan dalam bentuk portofolio atau rubrik nilai.

Kesimpulan Baik asesmen formatif maupun sumatif, jika diterapkan dengan tepat, dapat menjadi alat refleksi bagi guru dan sekolah dalam mengevaluasi efektivitas pembelajaran. Dengan asesmen yang baik, murid dapat mengalami proses belajar yang lebih bermakna.


Selengkapnya bisa dilihat di sini.
Selanjutnya...

Sabtu, 07 Juni 2025

Modul 1. Materi 1. Kegiatan Ke 6. Contoh merumuskan tujuan pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum. 

Menerapkan Prinsip Understanding by Design Pada Pembelajaran

Contoh merumuskan tujuan pembelajaran

Catatan:

Setelah memahami Capaian Pembelajaran (CP), pendidik dapat merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP) secara lebih operasional dan konkret. Dalam video ini, TP dirumuskan menggunakan Alternatif 2, yaitu menganalisis kompetensi dan lingkup materi yang ada dalam CP.

Tahapan Merumuskan TP

  1. Mengidentifikasi kata kunci

    • Pendidik mencari kata kunci dalam setiap CP yang berkaitan dengan kompetensi dan lingkup materi.

    • Contoh:

      • Kompetensi: Menganalisis

      • Lingkup Materi: Kronologi lahirnya Pancasila

  2. Mengelompokkan hasil identifikasi

    • Kompetensi dan lingkup materi dikelompokkan dalam tabel agar lebih mudah dianalisis dan digunakan dalam perumusan TP.

  3. Merumuskan Tujuan Pembelajaran

    • TP disusun agar lebih konkret dengan mempertimbangkan tahapan berpikir peserta didik.

    • Contoh:

      • Sebelum peserta didik menganalisis kronologi lahirnya Pancasila, mereka perlu:

        • Mengidentifikasi proses perumusan Pancasila dalam sidang BPUPKI.

        • Memahami kesepakatan Piagam Jakarta dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara.

Pendekatan dalam Merumuskan TP

  • TP dapat dirancang dalam satu elemen saja (misalnya, hanya elemen Pancasila).

  • TP juga bisa lintas elemen (misalnya, antara elemen Pancasila dan NKRI), sehingga peserta didik memahami implementasi Pancasila dalam sistem demokrasi.

Langkah Selanjutnya: Setelah TP dirumuskan, pendidik menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) sesuai dengan strategi pembelajaran dan karakteristik peserta didik. TP yang telah disediakan di Platform Merdeka Mengajar juga bisa digunakan sebagai referensi atau dimodifikasi sesuai kebutuhan.


Selengkapnya bisa dilihat di sini.
Selanjutnya...

Modul 1. Materi 1. Kegiatan Ke 5. Merumuskan tujuan pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum. 

Menerapkan Prinsip Understanding by Design Pada Pembelajaran

Merumuskan tujuan pembelajaran

Catatan:

Untuk mencapai Capaian Pembelajaran (CP) di akhir fase, pendidik perlu menurunkan CP menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) yang lebih operasional dan konkret. Langkah ini termasuk dalam tahap kedua perencanaan pembelajaran, sebelum tujuan tersebut diurutkan dalam struktur lebih sistematis.

Dalam merumuskan TP, pendidik perlu memperhatikan:

  1. Karakteristik mata pelajaran dan konsep/topik yang dipelajari.

  2. Karakteristik peserta didik serta konteks lingkungan belajar.

  3. Komponen utama TP, yaitu:

    • Kompetensi: Kemampuan atau keterampilan yang harus ditunjukkan peserta didik.

    • Lingkup materi: Konten utama yang harus dipahami dalam satu unit pembelajaran.

Panduan dalam menentukan TP:

  • Menggali kata kunci dari CP.

  • Menggunakan teori pendidikan seperti:

    • Taksonomi Bloom (revisi Anderson & Krathwohl, 2001)

    • Enam bentuk pemahaman (Wiggins & McTighe, 2005)

    • Tiga sistem dalam domain pengetahuan (Marzano)

Tiga pendekatan merumuskan TP:

  1. Langsung berdasarkan CP.

  2. Menganalisis kompetensi dan lingkup materi dalam CP.

  3. Merumuskan TP lintas elemen CP.

Pendidik dapat memilih metode yang paling sesuai atau memodifikasi pendekatan berdasarkan kebutuhan mata pelajaran. Pemerintah juga menyediakan contoh TP di Platform Merdeka Mengajar, yang bisa langsung digunakan atau disesuaikan.


Selengkapnya bisa dilihat di sini.
Selanjutnya...