Selasa, 06 November 2018

MGMP Sejarah Kabupaten Aceh Tamiang: Guru Tua Menangis Saat Akan Dinilai

Foto: Whatsapp Bakhtiar

Waktu: Selasa, 06 November 2018
Pertemuan Ke: I dan II
Tempat: Ruang Laboratorium Komputer SMA Negeri 1 Karang Baru, Aceh Tamiang
Narasumber: Sarwan, M.Pd., M.Si.
Penyelenggara: PPMG Wilayah IV Langsa

Materi yang disampaikan:
  • Pembukaan MGMP
  • PKG
  • UKG
  • PKB
  • Penjelasan mengenai nilai PKG yang menjadi merah di akun SIMPKB itu dikarenakan nilai ambang batas dinaikkan berkala
  • Kebijakan sistem pembinaan guru
  • Guru SMA/SMK akan mendapatkan tunjangan dari Propinsi Aceh sebesar Rp1.000.000,00 dan Kepala Sekolah Rp. 1.250.000,00 serta Pengawas Sekolah sebesar Rp.1.500.000,00 per bulan, mohon doanya untuk semua
  • PK guru baru bisa dinilai jika sudah melengkapi administrasi
  • Periksa jawaban siswa di sekolah
  • PK guru banyak yang fiktif
  • Perlu adanya PKB yang berkelanjutan 
  • Perlu menetralisir siswa di sekolah atau di kelas dengan perbandingan terbalik dengan prilaku para elit politik atau pemimpin negara saat ini
  • Penyampaian kegiatan MGMP minggu depan
  • Penjelasan tentang kenaikan pangkat guru
  • Nilai guru harus dirahasiakan
  • Kalau guru sudah bisa menilai diri sendiri sudah mantap
  • Tompi konon katanya pernah ditempeleng oleh gurunya

Ada guru yang sudah tua menangis dinilai oleh pengawas

Kisahnya saat pemateri yang tiada lain adalah seorang pengawas ingin menilai seorang guru pada suatu sekolah. Nah guru yang ditargetkan sudah tua sekali. Pada waktu yang ditentukan, masuklah mereka ke kelas. Tiba-tiba si guru ini menangis sejadi-jadinya.

"Ibu kenapa menangis?"
Sesegukan si Ibu menjawab, "Malu saya tidak ada perangkat, Pak"
"Ya sudah, ibu jangan menangis, ngajar aja terus" kata pengawas.
"Begitu pun sudah banyak siswa ibu yang jadi orang, yang ibu ajar, sudah jangan nangis!" lanjutnya.
"Ngajar aja terus!..."

Pengawas pun tidak jadi menilai di kelas yang bersangkutan. ***

Perspektif saya pribadi, memang sungguh kompleks beban kerja guru, dunia pendidikan Indonesia, sangat administratif dan padat. Ini sangat terbalik dengan perkembangan dunia sekarang, kita lihat saja dunia teknologi informasi, perusahaan besar seperti Google, Facebook dan lain-lainnya berlomba mensederhanakan urusan, nah kita malah mengkomplekskan urusan. Apa ini ada hubungannya dengan anekdot atau apalah itu yang katanya di Indonesia begini: Kalau bisa dipersulit mengapa harus dipermudah? 

Astagfirulllahaladzim *#@#@#*&^%^$$$#$%%%

Selanjutnya...

Kamis, 18 Oktober 2018

Roman Kehidupan


pixabay.com

Jangan lupa, kehidupan ini hanyalah sementara, terkadang kita berjuang seakan-akan bahwa hidup ini untuk selamanya. Ada yang pergi pagi, pulang malam, ada yang tidak pulang. Terkadang jika kita renungkan, seolah-oleh kita ini seperti lupa akan hakikat kehidupan ini. Akan tetapi jika kita ingin merenunginya lagi-lebih mendalam, maka kita akan menemukan kegelisahan dalam lubuk hati yang paling dalam ini. Mau tidak mau, suka tidak suka, jiwa kita akan berotak, tidak terima akan semua ini. Tapi kemana kita akan mengadukan jiwa yang gelisah ini, yang rindu akan hakikat kebenaran, jika kita tidak tahu jalan kebenaran itu, tidak ada pembimbing yang akan mengantarkan kita kesana. 

Kita perlu penuntun, yang akan menuntun jalan kehidupan ini, akan berlabuh pada tujuan jiwa yang hakiki itu, bukan tenggelam dalam kehidupan fana ini. Semoga kita dibimbing untuk dapat mengenal ia dan jatuh ke hakikat yang sebenarnya, untuk apa hidup ini, jika kita pun tidak tahu apa yang akan kita lakukan dalam mengarungi samudra kehidupan yang sangat luas ini. Semoga.....

Selanjutnya...

Minggu, 23 September 2018

Begini Seorang Presiden Mandidik Anaknya

pixabay

Harun Ar Rasyid merupakan khalifah pada masa keemasan Islam. Masa dimana Islam memainkan perannya dalam segenap aspek kehidupan. Pada masa itu beliau memiliki seorang anak, layaknya orang lain, maka anak-anak akan diserahkan kepada guru untuk belajar.

Walau dia adalah anak dari seorang khalifah, akan tetapi tidak mendapatkan perlakuan yang berbeda di tempat belajarnya. Setara anak yang lain. Hal ini tidak dikehendaki oleh sang khalifah.

Ia ingin agar anaknya mendapatkan perlakuan istimewa. Suatu ketika, ia mendapatkan buah hati kesayangannya sedang mendapatkan tugas yaitu menyiramkan air pada kaki gurunya, sedangkan selanjutnya guru tersebut membersihkan kakinya sendiri.

Betapa kecewanya Harun Ar Rasyid melihat perlakuan kepada anak khalifah masa itu. Ia tidak ingin anaknya mendapatkan perlakuan seperti itu. Anaknya diserahkan kepada sang guru agar dibina akhlak dan budi pekertinya, bukan hanya seperti itu. 

Ia menegaskan kepada sang guru, mengapa anakku tidak disuruh menyiramkan dengan satu tangan sementara tangan yang lainnya membersihkan kaki sang guru?...

Demikianlah seorang pembesar memperlakukan anaknya untuk keberhasilan anak itu sendiri. Buah baik dari seorang anak maka orang tua juga yang menikmati hasilnya kelak. Walau nyawa telah tiada, walau tulang telah menjadi sampah di bawah pohon yang rindang.

Selanjutnya...

Rabu, 20 Juni 2018

Istana Raja Seruway

Untuk melihat peta klik disini.

Koleksi Pribadi

Koleksi Pribadi

Koleksi Pribadi

Koleksi Pribadi

Koleksi Pribadi

Koleksi Pribadi

Koleksi Pribadi

Koleksi Pribadi

Selanjutnya...

Sabtu, 09 Juni 2018

Misteri Pohon Gharqad

Hadist Nabi Tentang masa depan, maksudnya masa yang akan datang ketika itu:

“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian (muslimin) memerangi Yahudi, kemudian batu berkata di belakang Yahudi, “Wahai muslim, inilah Yahudi di belakangku, bunuhlah!” (HR Bukhari dan Muslim dalam Shahih Jami’ Ash-Shaghir no. 7414)

“Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian), karena termasuk pohon Yahudi.” (HR Muslim dalam Shahih Jami’ Ash-shaghir no. 7427)




Ciri pohon gharqad adalah berduri, tekstur yang keras, beracun, dan tinggi 1-2 Meter,  akarnya memiliki bulu dan duri.

Warna daun hijau dan berbentuk seperti sendok kecil dan berduri.

Warna bunganya sendiri adalah putih kebiru-biruan. 

Warna buah agak putih kebiru-biruan.




Selanjutnya...

Sejarah, Visi dan Misi Yahudi



Selanjutnya...

Selasa, 22 Mei 2018

Do'a

setiap kali aku bernafas
di saat itu aku berdo’a
kulepaskan seiring hembusan nafas

setiap kali mata ini terpejam
aku resapi semua hal
do’a kulantunkan
dan aku berharap saat mata ini terbuka

do’a adalah akhir perjuanganku
akhir dari segala ketidakberdayaanku
kuterbangkan ke langit tuhanku
di bumi ini aku terus menunggu rahmatMu

do’a adalah senjataku, senjata mereka
do’a bersama mengiringi langkah hidup dan matiku

2010

Selanjutnya...