Minggu, 13 Juni 2021

SAKIT GIGI

aduh....
gigiku sakit
berdenyut-denyut tiada terbilang
makan saja sulit
ingin rasanya menjerit-jerit
 
gigi geraham bagian atas yang malang
mengapa engkau berlubang
membuat rasa sakit datang menyerang
 
gigi gerahamku yang malang
maafkan aku yang selama ini menggosokmu jarang
ditambah aku makan makanan sembarangan
 
tenang.. tenanglah...
gigiku yang malang
jangan menendang-menendang, berdenyut-denyut
aku tak tahan rasanya
menghadapi rasa sakitnya
baiklah nanti jika sembuh
kan kujaga, kurawat dirimu dengan baik
mulai sekarang aku berjanji pada diri ini

Selanjutnya...

Sabtu, 12 Juni 2021

PEPERANGAN

perang...
engkau tumpahkan darah dan air mata
merana insan polos di setiap pelosok dunia
anak-anak menangis bertelanjang dada
para orang tuanya trauma, ketakutan mendera
 
di sana di medan perang
kedamaian mereka diinjak-injak lantang
derap pilu langkah mereka, tak ada pilihan
menyusun barisan untuk menyelamatkan diri
mungkin juga ke pengungsian
 
perang...
engkau letupkan butir peluru, melesat terbang
entah di tubuh siapa kan bersarang, kejam
bau mesiu menyengat hidung di sana-sini
rumah-rumah terbakar
tank-tank dan pucuk-pucuk meriam saling  menghadang
para prajurit, nyawanya di ujung pedang
 
peperangan...
engkau hanya membuat sengsara
menghancurkan segenap isi dunia

Selanjutnya...

MEMORIAM BANJIR

banjir menghantam desaku
terlalu cepat airnya membuat aku tak sempat
mengambil pakaian-pakaian di lemari
terendam basah oleh air banjir
 
debit airnya begitu banyak
begitu deras menghanyutkan
airnya bercampur lumpur berwarna kuning pekat
 
saat banjir melanda
hewan-hewan terus meronta-ronta
ayam-ayam berterbangan riuh suaranya
hinggap sejenak dan hidup di atas dahan-dahan
sapi dan kambing melenguh panjang
mengangkat hidungnya tinggi-tinggi untuk mencoba berenang
cacing-cacing bergeleparan, siput-siput bergelantungan
semut-semut beriringan naik ke tempat yang tinggi
sebahagian hewan-hewan itu tewas tenggelam
hanyut terbawa arus banjir
 
aku dan keluarga panik bukan kepalang
hidup berpindah ke tempat pengungsian
pada sebuah badan jalan yang tak tergenang air
menghidupkan api unggun
membakar pisang dan ubi-ubian
 
saat banjir perlahan airnya surut, menghilang
tinggallah lumpur di mana-mana setebal jengkal
saatnya aku bekerja keras untuk membersihkannya

Selanjutnya...

Jumat, 11 Juni 2021

PADANG ILALANG

ilalang... ilalang...
daunnya hijau panjang-panjang
tajam tepiannya
akarmu berserabut
menyebar ke dalam tanah berlubang
 
ilalang... ilalang...
ditanam kacang, engkau yang datang
sejenak saja penuhlah padang
menyiangimu lelah bukan kepalang
 
ilalang... ilalang...
dihembus angin bergoyang-goyang
bunga-bunganya yang halus teruslah terbang
hinggap di tanah-tanah
menghiasi semua padang
padang ilalang

Selanjutnya...

Kamis, 10 Juni 2021

MENYAPA CAPUNG-CAPUNG

lincah sekali kalian terbang
meliuk-liuk di atas angin
bersama bermain ceria
menyusuri daun-daun nan hijau
tempat kalian mencari makan
 
capung-capung yang lucu
asyik sekali engkau berterbangan kesana-kemari
jika petang kalian bermain di tengah padang
bola matamu bersih bening, bulat-bulat
aku gemas
ingin rasanya aku belai tubuh mungilmu
merasakan getaran sayap halusmu itu
 
capung-capung yang memikat hati
jika hujan badai menerpa
ke manakah kalian hendak pulang
di manakah rumah kalian
izinkan untuk aku bertamu
memberi salam dan bermain bersamamu

Selanjutnya...

Rabu, 09 Juni 2021

SAHABATKU, DENGARKANLAH

sahabat ...
jika suatu masa kita harus berpisah jua
oleh waktu, atau oleh apapun itu
jangan pernah lupakan aku
lupakan kisah kita
yang telah bersemai subur dalam ingatan
saat-saat kita bermain dan belajar bersama
 
sahabatku...
engkaulah teman terbaikku dalam hidup ini
bersama kita bernyanyi bersama
mencari buah manggis bersama-sama
jika engkau sakit aku datang
jika aku tak engkau jumpai
kau cari ke mana-mana
 
sahabatku jangan pernah lupakan semua itu

Selanjutnya...

Selasa, 08 Juni 2021

BERENANG

saat liburan sekolah tiba
hari masih pagi sekali, udara sangat sejuk
aku pergi berlibur, bertamasya bersama teman-teman
pergi ke kolam renang
 
ramai, ramai sekali yang berenang di kolam itu
tertawa riang
sebagian bermain saling menyiramkan air
sebagian berlomba berenang dengan gayanya sendiri
ada gaya kupu-kupu, gaya dada, gaya punggung
ada yang menyelam
 
sementara aku hanya duduk di tepian kolam
menjuntaikan kaki ke dalam air
mataku tertuju pada ujung kaki
aku belum bisa berenang
hmm....

Selanjutnya...