Rabu, 10 April 2013

Hidup di Alam, Jangan Tenggelam

Dalam kesibukan dunia, sibukkan juga hatinya mengingat allah, dimana saja berada. Orang yang pintar itu ialah orang yang banyak mengingat kematian, bukan lantas bersedih, tetapi ia mempersiapkan bekal untuk menyambutnya. Setelah kematian nanti, kita akan memasuki alam barzah, dan sebelumnya kita berada di alam rahim, sekarang kita berada di alam dunia, manfaatkan kenyataan ini. Dulu di alam rahim, kita sangat
senang, makanan dan minuman tidak perlu susah payah kita berusaha, semuanya kita dapatkan dalam rahim ibu, makanya jangan durhaka kepada kedua orang tua.

Setelah kita terlahir ke dunia ini, setelah alam rahim berakhir, maka kita harus berusaha memenuhi kebutuhan hidup ini, berjuang, semangat, sesuai perintah allah, nanti rezeki Dia yang memberi, inilah alam yang nyata, bukan untuk berkeluh kesah, menangis tersendu, dunia pun tertawa melihat sikap yang begitu. Di alam dunia inilah kita akan dihadapkan pada segenap dinamika kehidupan. Saat itulah kita berhadapan dengan setan dan nafsu, itulah perjuangan, itulah perang besar yang harus dihadapi.

Di dunia ini, ketika seseorang tenggelam di sebuah peraiaran ,maka ia megap-megap, mencari nafas, hingga kadang air pun terhirup olehnya. Dan kita pada hari ini masih diberikan nikmat yang luar biasa, yaitu masih bernafas, syukuri nikmat yang luar biasa tersebut. Jangan kita terus berkeluh kesah, bersedih, gelisah, tenggelam dalam lautan masalah-masalah yang ada.
 


by Hadrial Aat

Tidak ada komentar: