Rabu, 27 Maret 2013

Kompasianer Puisi Puasa

Saat aku berjalan tiada arah, gundah gelisah jengah
Hingga tidak lagi aku lihat jalanan yang ramai tak terbilang
Hampir saja sebuah mobil menciumku
Jalanku yang tak berarah itu, tanpa aku sadari telah membawa aku berselancar ke alam maya



Alam maya yang begitu luas, tiada batas, dan aku harus terdampar pada sebuah artikel tentang Puisi Puasa

Entah gerak dari mana, hati yang gundah gelisah tiada berarah ini, tersangkut di sana, di sebuah tag “puisipuasa”
Hening sesaat, seketika desau hati berpesan
Biarlah sang Rhoma berdakwah dengan menyisipkannya dalam lagunya
Biarlah pujaan hati, mendiang Zainuddin MZ, sang dai sejuta umat berdakwah dengan penuh semangat
Dan sekarang biarlah aku juga menyisipkan pesanku dalam puisi puasa ini


Puisi puasa akan membuka isi hatiku dalam menggapai rindu kepada kebahagian hakiki

Memberikannya untuk siapa saja yang rela mengeja
Menyelaminya setiap kalimat-kalimat itu
Menikmati indah setiap kata-kata yang aku pilih mewakili rasa
Serta izinkan aku bercerita menyampaikan sepetik hikmah yang terasa dalam jiwa



by Hadrial Aat

Tidak ada komentar: