Rabu, 25 Oktober 2017

Adik

tidurmu sudah terjaga 
kenapa juga masih terlena
adik
tak kau lihatkah perjuangan ayah ibu
untuk hidup kita ini
untuk membesarkan kita

adik sekarang sisihkan lengan bajumu
berjuanglah untuk kemajuanmu
biar kau buat bangga
ayah ibu kita
bukankah tak ada yang lebih berharga dari senyum mereka

biar sampai masanya 
jangan biarkan derita menghela
menghela nafas ayah ibu kita
dan aku
miris, mengurut dada melihat sikapmu
tidakkah pernah engkau berfikir 
dunia tak selamanya begini
dunia kan berubah menjadi kejam
menyambut hidupmu

apalah adik
di saat itu kau baru ternganga
terperangah oleh semua kenyataan
dan baru kau berkata
andai kudengar kata-katamu dulu
untuk apa….
percuma saja

2010
Selanjutnya...

Harap

tak perlu
luapkan pada kata
kan kusayangi
samudra hatimu
yang penuh makna
tak perduli siapa yang punya
walau hati ini tak merasa

biarlah aku mencari makna 
selamanya…

2009
Selanjutnya...

Tidur

kurenungkan diriku 
pada malam yang hening
aku ini tak berupa
tak punya cerita
tak bisa menggenggam dunia
tak layak untuk dicinta

sedangkan insan sekarang
sudah tak menghiraukan lagi
tentang kessucian dan ketulusan cinta

yang tersisa 
hanya tinggal permainan senda gurau
dan kilau dunia 
telah menjadi dewa

lidahku pun kelu
hatiku rindu
membawa mataku yang sendu
unntuk bertemu mimpiku

2009
Selanjutnya...

Selasa, 24 Oktober 2017

Dunia

hanya hidup
aku telah terperangkap
dalam kilau dunia
dalam nafsu
dalam rindu, cinta
dan khayal

semuanya mencoba 
memenjarakan aku 
lelah hatiku bergulat dengannya

pada air akhirnya aku belajar
dan maut menunggu
menutup kisahku

 2009
Selanjutnya...

Ayah

biarkan aku bersandar manja di pundakmu
yang mulai kendur dan lusuh
sambil izinkan aku untuk mengelus kulit pipi keriputmu
dengan rasaku
biar aku tahu betapa keras perjuanganmu
untuk diriku ini

tembok kau panjat tanpa alat
kau seberangi sungai-sungai dan laut meski tanpa kapal
betapa segenap kagumku padamu

ayah….
sudah masanya datang 
biar aku gantikan lenganmu
kuayunkan  langkahku

ayah tak usah tergopoh-gopoh lagi
tak usah resah menunggu pagi
kini biar kau nikmati jerih payahmu dulu
dalam diriku ini

ayah…..
duduklah di sana
getarkan bibir dengan zikir
ayah istrirahatlah disana
dengan selimut hangat kan menemani
tidur lelapmu

2009
Selanjutnya...

Senin, 23 Oktober 2017

Laut

cintaku
laksana derap ombak 
yang menghempas pantai
siang malam 
riaknya menjujung pasir
dan membuahkan buih
yang indah

angin lautpun berhembus
menyejukkan sesaknya hati
yang terjerat rindu
padamu
hanya padamu

2009
Selanjutnya...

Manusia Baru

ia  lahir dari rahim yang sama
dari sari pati yang sama 
dari tanah juga asalnya
dan juga di dunia yang masih sama
dengan dunia berpuluh-puluh juta tahun yang lalu

tapi tak usah kau ceritakan lagi
tentang dosa dan pahala
surga dan neraka
dan tentang ayat-ayat suci

semua tak lagi membuat ia merinding
berpaling dan tersenyum miris
moncong mulutnya laksana mencibir
jangankan meresap dalam hati
merenung dan berfikir pun tidak lagi
hidup ia kejar sesuka hatinya

2009
Selanjutnya...