Minggu, 25 Oktober 2020

Politik Genjer


Dahulu genjer dibuang-buang orang kadang disemprot dengan racun, diinjak-injak, dicabut dan lain-lainya agar tidak menjadi gulma pengganggu tanaman padi, tapi sekarang genjer malah ditanam, bahkan banyak lahan sawah, Dialihgunakan untuk menanam sayuran genjer.

Genjer dijadikan salah satu komoditas sayuran, setara dengan sayuran lain. Sungguh unik. Dahulu yang dianggap rumputan tidak berguna menjadi sesuatu yang berharga sekali.

Tapi apa jadinya jika sayuran yang satu ini dikaitkan dengan politik, apakah akan tetap nikmat disantap, seperti genjer tumis? Genjer adalah makanan rakyat miskin. Akan tetapi politik tidak boleh mengaitkan genjer dan rakyat miskin tidak bersalah sama sekali.

Maka sekali lagi waspadalah dengan politik sekarang, kita tidak tahu lagi apakah politik masih memihak rakyat kecil atau hanya untuk memuaskan secara halus kekuasaan.

Apakah tidak menyesakkan lagu genjer-genjer dikaitkan dengan politik kelam pemberontakan G30S/PKI? Sungguh tidak ada peripersayuran, demi politik genjer dibawa-bawa.

Atau salahkan penulis lagu Genjer-Genjer yang dengan setulus perenungan hati menuangkan isi perjuangan melawan pendudukan Jepang di Indonesia, yang membuat rakyat kelaparan, disimbolkan dengan genjer, karena genjer adalah "rumputan" yang mudah dicari dan diolah pada masa itu.

Tetapi politik busuk telah merubah tujuan dari maksud penulisan lagu itu, sehingga keluarga penulis lagu malah kena imbas dari lagu itu, oleh entah siapa.

Sekali lagi mari kita kembalikan ke kesucian politik, kita bersama memberantas isu-isu yang digunakan oleh politik busuk, menggembalikan genjer kepada asalnya yaitu sayuran milik rakyat jelata dan kita sejahterakan, bukan kita tindas dengan kampanye hitam sejarah kelam masa lalu. Tidak cukupkah kita belajar dari politik busuk masa lalu?

Terjemahan lagu Genjer-Genjer, dikutip dari kabarjoglosemar.pikiran-rakyat.com:

Genjer-genjer di petak sawah berhamparan
Genjer-genjer di petak sawah berhamparan
Ibu si bocah datang mencabuti genjer
Ibu si bocah datang mencabuti genjer
Dapat sebakul dia berpaling begitu saja tanpa melihat
Genjer-genjer sekarang sudah dibawa pulang

Genjer-genjer pagi-pagi dijual ke pasar
Genjer-genjer pagi-pagi dijual ke pasar
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ibu si gadis membeli genjer sambil membawa wadah-anyaman-bambu
Genjer-genjer sekarang akan dimasak

Genjer-genjer masuk periuk air mendidih
Genjer-genjer masuk periuk air mendidih
Setengah matang ditiriskan untuk lauk
Setengah matang ditiriskan untuk lauk
Nasi sepiring sambal jeruk di dipan
Genjer-genjer dimakan bersama nasi

Tidak ada komentar: